Langsung ke konten utama

Postingan

No Mention

Teruntuk Choi Young Do yang menyayangi temanmu ini dengan cara yang berbeda Aku Cha Eun Sang, orang yang berusaha menjadi temanmu dengan cara yang baik. Engkau teman yang baik, aku tahu, engkau memperhatikanku. Mencoba menasihatiku dan menghindariku dari rasa sakitnya kehidupan ini-aku sudah merasakannya, Young Do. Kemudian, hadir Kim Tan dalam hidupku. Ia adalah duniaku kini. Aku menyayanginya dan ia menyayangi aku. Tidak perlu engkau berusaha membicarakan soal Kim Tan lagi, ya. Aku sudah lebih mengenalnya dari sisiku dan ia jujur padaku-aku yakin itu. Kim Tan orang yang baik, kok. Aku tahu kamu sudah berteman dengannya lebih lama dan kemudian aku tahu ada sesuatu yang kurang menyenangkan di antara kalian. Semoga itu bukan karena hadirnya aku, ya. Tetap bertemanlah kalian dengan cara pertemanan laki-laki. Dari Cha Eun Sang, seorang temanmu yang kini berada di sisi Kim Tan

Aku Malu

Aku malu. Ya, malu pada setiap keinginan yang kupaksakan. Aku memaksakan ingin memiliki jalan hidup sendiri. Kemudian aku Diarahkan. Dan aku mengikuti dengan pasrah. Mencoba sabar hingga semua ini berakhir... Aku memaksakan ingin dianggap. Namun aku kurang berusaha. Dan aku semakin merasa tersingkir... Aku memaksakan ingin diperhatikan. Namun aku terlalu malu untuk meminta secara langsung. Kini aku menjadi orang yang hanya memperhatikan diri sendiri untuk menutupi keinginan itu... Dan aku malu. Karena setiap keinginan yang aku paksakan itu membuatku semakin rendah di mata diriku sendiri. Mungkin juga orang lain... Mungkin ada baiknya aku tidak memiliki keinginan Setidaknya keinginan-keinginan yang tidak dipaksakan Hanya untuk memiliki keinginan logis dan realistis yang tidak menyakiti hati ini Ketika keinginan-keinginan itu puas mengejekku hingga aku malu

Tentang Hati

Mungkin hati ini tersangkut Terpaut pada hati lain yang bergetar pada frekuensi yang sama Beresonansi... Tapi, kadang harapan menguasai hati Memakan akal yang menuntut perbaikan Bukan karenanya Tapi, karena-Nya Karena keikhlasan mengharap ridho-Nya Ridho-Nya untuk melancarkan pertemuan dan persatuan kita dalam ikatan suci di hadapan-Nya

Bahagia

Banyak hal terjadi di usiaku yang baru menginjak kepala dua. Entah mengapa, tahun ini terasa lama, berat, tapi aku banyak belajar. Banyak hikmah yang aku dapat. Meski masih sering mengeluhkan kehidupan ini, futur nikmat, bahkan menjauh dari-Nya (Astagfirullah T.T) Aku ingin bahagia. Pasti. Jika dunia ini adalah neraka kecil yang menyiksaku, aku mau bahagia di alam sana. Di mana tidak ada kata-kata yang mengecilkan hati... Tapi, bahagia itu perlu usaha. Usaha menarik kebahagiaan. Yang lucunya, justru didapat ketika aku memaksakan diri untuk bahagia atau memberi kebahagiaan untuk orang lain. Obat yang pahit, kian manis di ujung lidah :) Mungkin, aku perlu melakukan itu lagi. Memaksakan diri untuk bahagia dan memaksakan diri untuk membagi kebahagiaan kepada orang lain. Karena usaha di awal memang harus berupa paksaan, setelahnya hanyalah kebiasaan :D

Pemain Pendukung

Kehadiranku tak dianggap Pun tak dianggap sebagai ancaman Namaku tak termasuk dalam seranai temanmu Tapi kamu tetap bilang aku teman baik Ya, sekadar "teman" dan sekadar "baik" Aku tak menyakitimu Sehingga kau tak benci aku Aku berusaha menjadi orang yang baik bagimu Kamu menyadari itu Tapi, aku tetap sendiri di keramaian ini Karena aku cuma "sekedar" Kebetulan bersama di suatu tempat Kebetulan punya rasa dengan temanmu Kebetulan bisa menghabiskan waktu bersama Tidak spesial, kan? Selalu berharap ada yang bisa menerimaku Menyimpan aku sebagai teman di dalam hatinya Bukan sekadar kebetulan Bukan sekadar alasan tak penting lainnya mengapa kita bersama Aku ingin temukan peranku, di suatu tempat yang baik. Di mana aku, bukan hanya pemain pendukung.

Kenapa, sih?

BENERAN! Aku tak paham harus bertindak seperti apa. Supaya aku tak sendiri... Sedikit sekali punya teman. Bahkan aku sering ragu, mereka yang aku anggap teman apakah juga menganggapku sebagai teman mereka? Pasalnya, mereka punya banyak teman.. Kenapa harus begini? Sebab aku jarang bercakap? Sebab aku tidak pandai? Sebab aku tidak kaya? Sebab aku tidak ikut perkumpulan? ATAU APA? Apa aku terlahir harus seperti ini? Tidak! Masa SMP tidak aku lalui sesepi ini, semenyedihkan ini Duh, terlalu banyak mengeluh. Kurang aksi... Mungkin aku harus bertindak Supaya setidaknya, kheadiranku dirasakan orang lain

Cuaca

Mentari malu untuk menampakkan diri Sedangkan angin sedikit-sedikit menghampiri Awan nampak menutupi langit, tapi tak terlihat bergerombol atau sendiri Dan kelembaban udara yang cukup tinggi Ingatan terbang ke masa cuaca ini 2 tahun lalu Sebuah cerita tentang kita Yang semakin baik ceritanya pada semester selanjutnya Tentang aku yang melepas kesendirian bersama orang-orang yang aku sebut teman Meski sulit menerima kenyataan pahit Bersama kalian, sedikit demi sedikit kopi itu semakin manis Tentang kisah kita Tentang aku yang tak bisa lagi menyembunyikan kebahagiaan itu Tentang masa yang paling aku kenang selama di sini Sebuah tahap paling bahagia :'D Karena perpisahan yang pahit itu membuat aku belajar, memiliki itu sesuatu yang indah, dan berpisah pasti punya makna. Makna sebuah kenangan yang pantas untuk diingat :)