Langsung ke konten utama

Postingan

In Love?

Setelah sekian lama tidak berkunjung ke blog ini untuk sekedar memantau atau membuat posting, akhirnya saya memiliki ide untuk membuat posting kembali hahaha *bangga* Sesuai judulnya, saya kebetulan baru saja membaca sebuah artikel menarik. Linknya: You're Not In Love, You're In Love With The Idea Of Love | Thought Catalog Kemudian saya jadi teringat kembali soal kisah-kisah lama saya yang berhubungan dengan artikel tersebut.

Unek-Unek

“Ah, kamu sih, mau disindir ataupun dikasih tau dengan jelas, tetep aja ngga berubah.” Yah, aku harus bilang apa. Saking banyaknya kesalahan yang aku buat, aku aja sampai lupa. Tapi setidaknya, sekitar aku berusaha ngasih tau meskipun cuma masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Jadi, kalau mau ngatain kesalahan aku, langsung aja. Marahin aja kalau perlu. Abaikan saja wajah aku yang mungkin tampak kasihan. Pada dasarnya, aku tegar, kok, mau dikatain apa aja. Asal jangan di belakang aku atau ngasih tau sama yang ngga berhubungan atau ngomong di media lain buat nyindir aku. Itu... sakit, sih kalau pada akhirnya aku tau juga. Walaupun aku tahu, aku tuh segan banget kalau ngasih tau kesalahan orang. Ralat. Bukan segan, tapi aku selalu berusaha memaklumi kesalahan orang. Aku berusaha memendamnya. Meskipun, bisa aja aku jadi sakit hati. Lagipula, karena biasanya aku orang yang diem dan tertutup, rasanya memang jadi ngga adil dan siapapun juga bisa kaget kalau aku tiba-tib...

Sulit

Setelah sekian lama tidak bertandang ke sini, aku mau curcol lagi hahaha Di usiaku yang sudah menjelang kepala 2, banyak sekali hal yang terjadi. Seharusnya, memang banyak sekali yang aku pelajari. Baik dari rasa perih yang aku dapat, maupun kebahagiaan yang melintas. Tapi, kadang timbul angan-angan ingin pergi ketika segala sesuatu tidak lagi berjalan seperti yang aku inginkan. Memangnya apa yang aku inginkan?

The Game

Jadi, setelah hari-hari yang menyeramkan menjelang uts RE, aku mulai iseng lagi. Sebenarnya hal ini bermula ketika aku tiba-tiba saja teringat dengan sebuah game yang pernah aku mainkan waktu dulu. Kalau tidak salah, waktu aku kelas 3 atau 2 SD. Waktu itu Ayahku membawa satu set PC dari kantor. Masih ingat betul, layarnya itu masih layar yang pakai tabung (yang besar, CRT bukan, ya?). Ternyata, didalamnya sudah ada banyak game yang terinstal. Lucunya, aku begitu tertarik pada sebuah game. Namanya Chip's Challenge. Kalau mau tahu lebih lanjut, liat di sini aja: Chip's Challenge. Waktu itu, sebetulnya aku juga tidak ingat apa yang membuat aku begitu senang dengan game ini. Sampai pagi ini aku mencari tahu, game ini sebenernya ngapain. Ternyata eh ternyata, yang dilakukan itu mengoleksi chip pada tiap level dan kalau sudah terkoleksi semua, nanti keluar levelnya melalui sebuah chip socket. Komentar adik aku,"Wah, mainanya anak elektro. Berarti emang dari dulu udah tertarik,...

Free

Akhir-akhir ini, rasanya seneng banget nostalgia. Apalagi berhubungan sama hal-hal yang aku lakukan di masa SD dan SMP. Salah satunya, dulu aku suka sama film Barbie. Yang paling berkesan itu film Barbie: The Princess and The Pauper soalnya lagu-lagunya masih aku inget sampai sekarang. Ada satu lagu yang emang sesuai banget nih. Judulnya Free.

Season in The Sun

Sebelum posting di sini dipenuhi oleh catatan-harian-yang-bukan-curhat (baca: resume :p) aku mau curhat dulu. Beberapa waktu lalu, aku denger lagu ini waktu jalan-jalan ke sebuah supermarket. Kemudian bayang-bayangku pun terbang kembali ke 4 tahun yang lalu. Kala itu, aku yang masih berambut panjang. Masih menggunakan rok biru pendek. Masih menyukai seorang cowo yang lucunya bisa aku sukai sampai 2 tahunan padahal masih cinta monyet. Masih merupakan jiwa yang bebas. Masih merupakan anak polos yang belum tahu galau. Masih merupakan siswi dengan prestasi yang, yaah, bisa dibilang lumayan lah (dibanding sekarang).