Langsung ke konten utama

Postingan

Rindu Tiada Tara

Aku menghempaskan badan ke kasur. Lelah rasanya setiap Lebaran harus berjumpa dengan tante itu. Aku diinterogasi seperti seorang penjahat. Aku yakin sekali, Tante Rima pasti sudah menyiapkan teks pertanyaan sebelum datang ke kumpul keluarga. Seandainya itu adalah riset, hasil wawancaranya setara dengan satu skripsi.  Meskipun kuakui Tante Rima cukup solutif. Ketika ia bertanya kapan aku lulus kuliah dan kujawab masih menyusun skripsi, ia menawarkan bantuan apapun untuk mempercepat pembuatan skripsi. Aku jadi penasaran, jangan-jangan Tante Rima punya bisnis jualan skripsi.  Lain waktu, saat ia bertanya apa aku sudah dapat pekerjaan dan kujawab masih melamar, ia menawarkan untuk bekerja di perusahaan sahabatnya. Masalahnya, aku ini lulusan farmasi. Masa aku ditawari bekerja di perusahaan travel agent ?  Ada satu kejadian yang sangat membuatku kesal. Dengan santainya ia membawa seorang lelaki, anak sahabatnya, untuk diperkenalkan kepadaku saat kumpul keluarga! Hari itu aku ...

5 Alasan IDN Live di IDN App Hiburan yang Cocok untuk Anak Muda

Sebagai anak muda yang sering penat karena banyak kegiatan, mencari hiburan seakan menjadi kebutuhan. Sekarang sudah bukan zamannya lagi main ke rumah teman secara dadakan ketika bosan. Pasalnya, internet membuat kita terhubung dengan dunia hanya di ujung tangan. Tinggal  klik-klak-klik , seseorang di ujung benua sudah menjadi kenalan baru yang menyenangkan! Hiburan anak muda pun tidak terbatas mencari teman. Berbagai konten menarik di internet siap mengusir kebosanan. Salah satunya melalui fitur IDN Live di IDN App yang selalu menyajikan hiburan yang segar, autentik, dan inspiratif untuk semua kalangan. Apakah kamu penasaran? Download App-nya Sebelum kita memulai keseruan dengan IDN Live, kita unduh dulu IDN App by IDN Media yang tersedia di  Google Play Store  maupun  App Store , ya. Sebelumnya, sudah tahu  IDN App  itu apa? Aplikasi ini merupakan  platform  berbagi informasi yang cocok untuk generasi milenial dan Z yang tidak hanya terbatas soa...

Ketika Hariku Dikuasa Olehnya

Hari ini aku punya banyak agenda. Mulai dari mengirim dokumen pajak, mengajak anak ke tempat main, hingga masak makanan untuk dibawa ke rumah teman.  Jam 9.40 aku membawa kedua anakku keluar apartemen. Kami bertiga jalan kaki sejauh 400m. Aku cukup percaya diri, anakku yang berusia 1,5 tahun pasti merasa senang diajak berjalan kaki.  Sesampainya di kantor pos, USPS namanya, aku mengambil amplop dan mengisi alamat tujuan pengiriman dokumen pajak. Lalu aku mengantre. Sesampainya di depan kasir, aku dibuat kesal.  Aku ingin membayar biaya pengiriman dengan kartu kredit. Aku diminta menunjukkan kartu identitas yang tidak aku bawa. Aku meminta keringanan menunjukkan kartu dalam bentuk foto. Ternyata, kartu yang diminta harus dalam bentuk fisik.  Dengan terburu-buru aku meminta anak pertamaku yang berusia 3,5 tahun untuk lari sedang aku menggendong bayiku.  Kembali ke apartemen, aku mengambil semua jenis kartu. Aku juga membawa wagon , sejenis stroller tapi berukuran...

Tradisi Lebaran Ketupat di Durenan, Trenggalek

Momen Ramadan aku bisa dibilang sangat fluktuatif wkwk. Gimana sih maksudnya?  Sumber: Canva Waktu aku kecil, usia SD, aku tinggal di Kabupaten Bandung. Kegiatan selama Ramadan bagi anak kecil berkisar ikut sanlat (pesantren kilat) di sekolah, sanlat di masjid dekat rumah sambil mengincar takjil, lalu berburu tanda tangan Pak Ustaz (let alone shalat taraweh yang khusyuk dan tumakninah haha).  Pas lebaran, karena aku tinggal di komplek dengan warga heterogen, gak begitu rame suasananya. Paling cuma silaturahmi sama tetangga yang bener-bener deket. Nah, bagian selanjutnya yang seru.  Waktu itu sebagian besar sanak saudara masih hidup. Lokasi tempat tinggal mereka pun tersebar, satu kantong di wilayah Jabodetabek, satu kantong di wilayah Jawa Tengah, dan ada satu keluarga di Cirebon. Walhasil, kami cukup sering melakukan road trip di jalur Pantura.  Aku suka perayaan lebaran di desa. Lebih hidup, lebih rame. Ketemu saudara juga menyenangkan. Juga makan makanan yang jara...

Ide Ulang Tahun Pernikahan

14 daftar kado yang bisa dikasih ke pasangan untuk wedding anniversary!  Sejujurnya, sejak kecil aku hampir tidak pernah merayakan ulangtahun. Paling sebatas beli cake dan dimakan bareng-bareng sama adik, papa dan mama. Apalagi setelah menikah, ucapan selamat ulangtahun pun hampir tidak ada.  Ulangtahun pernikahan biasanya lebih parah. Baru teringat besoknya atau beberapa hari setelahnya. Jadi inti tulisan ini adalah sebuah pengandaian, kalau-kalau aku ingin merayakan ulangtahun pernikahanku yang akan jatuh di bulan Mei mendatang. Udah lima tahun aja ternyata :') Sunber: Canva Bertukar Hadiah Biar kesannya gak ngasih kado ulangtahun kalau cuma ngasih ke satu pihak. Jadi, suami ngasih kado ke istri dan sebaliknya. Kadonya apa? Sederhana saja, yang penting bermanfaat, tepat guna, awet.. Lho, jadi banyak syaratnya wkwk 14 daftar kado untuk pasangan saat ulangtahun pernikahan: 1. Baju 2. Alat masak 3. Make-up 4. Perhiasan 5. Logam mulia (untuk investasi)  6. Saham 7. Deposito...

Pindang Bukan Ikan Khas Trenggalek

Tulisan ini akan mengandung konflik karena kita akan membahas pindang bukan berbahan ikan. Terus seperti apa? Juga akan dibahas dua perbedaan hasil ketika teman-teman melakukan searching "pindang" di Google berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Penasaran? Baca sampai akhir, ya!  Sekarang, apa yang muncul di pikiran teman-teman saat mendengar kata "pindang"? Apakah ini yang teman-teman ingat?  Sumber: flickr Kalau iya, kita satu koridor. Wkwk. Ini adalah salah satu curtural shock pas pindah ke Trenggalek, rumah keluarga Pak Suami. Waktu itu Ibu Mertua bilang mau beli pindang terus yang aku yang aku pikirkan ya memang ikan itu. Soalnya, dulu pas di Bandung pun biasa beli pindang tongkol dari mbah-mbah yang jualan keliling komplek memanggul keranjang besar dari anyaman.  Nah, pas Ibu Mertua pulang dan bawa plastik isinya bungkusan kertas minyak, aku mulai curiga, pindangnya mana? Apalagi pas Ibu Mertua ngasih makanannya ke aku sambil ngenalin, "Ini pindang sa...

Cara Menjadi Istri dan Ibu Rumah Tangga yang Bahagia

Menjadi bahagia adalah pilihan pribadi, tapi juga urusan semua orang. Betul, kan?  Kita coba liat contoh kasus. Seorang istri dan ibu yang setiap hari dimarahin suaminya. Lalu, anak-anaknya nakal, susah dibilangin. Sesabar apapun si ibu, apakah ia bisa bahagia?  Apalagi kalau kita katakan kebahagiaan adalah hak semua orang. Berarti ada pihak yang wajib memberikan kebahagiaan untuk kita, kan?  Hal itu terjadi kalau kita mengukur kebahagiaan pada hubungan sebab-akibat. Padahal, bahagian bisa sesederhana bersyukur hari ini badan kita sehat wal-afiat. Jadi, gimana caranya bikin diri sendiri bahagia khususnya buat istri dan ibu rumah tangga? Inilah yang aku lakukan. 1. Menurunkan standar Rumah gak harus rapi banget kayak rumah artis yang lagi digrebek sama acara TV. Yang penting gak ada makanan berserakan di lantai karena kecoa bakal merasa diundang. Anak-anak gak harus mandi dua kali sehari. Toh di sini suhunya lagi dingin. Kami makan dua kali sehari yang penting cukup tenaga...