Langsung ke konten utama

Postingan

Tiga Macam Roll

Apakah kamu tahu makanan satu ini? Jika aku beri tiga pilihan: egg roll , spring roll, dan summer roll , mana nama yang tepat untuk makanan di bawah ini? Sumber: shutterstock.com Jawaban yang benar adalah spring roll . Lalu, apa bedanya dengan egg roll dan summer roll ? Apa Itu Spring Roll ? Spring roll adalah salah satu kudapan yang terbuat dari isian sayur (tauge atau kubis) dan protein hewani (daging atau udang) yang dibalut kulit tipis. Kulit ini terbuat dari tepung terigu dan air. Spring roll disajikan setelah digoreng hingga kuning keemasan. Karena kulitnya yang tipis, makan ini sangat renyah bahkan kulitnya mudah hancur ketika digigit. Kalau di Indonesia, kulit spring roll mirip dengan kulit lumpia atau pisang aroma.  Apa Perbedaan Spring Roll dengan Egg Roll ? Sumber: shutterstock.com Egg roll dibuat dengan isian dan cara yang serupa dengan spring roll . Kalau kamu melihat gambar di atas, bisakah menemukan perbedaan spring roll dengan egg roll ? Ya, kulitnya tampak te...

Perasaanku terhadap Idola

Aku berdiri mematung di depan kelas. Berusaha mencari jawaban, aku mencoba mengingat semua nama aktris, aktor, penyanyi, hingga komedian yang pernah aku lihat di televisi. Tidak ada satupun yang terasa spesial di hatiku. " I don't have ," jawabku polos. Lucunya, guru pembimbing ekskul bahasa Inggris yang sedang mewawancaraiku justru mencoba menggali jawaban lebih dalam dengan menyebutkan beberapa nama artis yang tengah naik daun. Mendengar nama-nama itu, aku bisa mengingat wajahnya tapi aku tidak punya ketertarikan. Tidak ada penyanyi atau aktor favorit bagiku. Saat duduk di bangku SMP, aku memang merasa berbeda dari teman-teman seusiaku. Kebanyakan dari mereka memiliki idola. Ada saja yang mengumpulkan berbagai pernak-pernik bergambar idola mereka hingga menulis dan menghafalkan lirik lagu yang dinyanyikannya. Aku pun menyaksikan betapa hebohnya mereka ketika mengetahui idola mereka akan menggelar konser. Belum lagi ketika ada berita besar menyangkut idola mereka. Tema...

Cinta yang Berubah

"Sekarang aku single mom ," begitulah balasannya tanpa aku tanya apapun. Terkejut, aku mengirim pesan dengan jujur bahwa aku tidak tahu harus merespon apa. Dia adalah mantan istri mantan sahabatku.  Aku memang sudah putus hubungan dengan sahabat cowok itu karena komitmen dengan suami. Aku dan sahabatku dulu terlalu dekat. Hubungan kami hampir tanpa batas, antara dua orang yang bersahabat atau dua orang yang jatuh cinta. Saat itu, sebenarnya aku terang-terangan pacaran dengan orang lain. Sahabatku ini justru tempat curhat sekaligus informanku soal pacarku karena mereka satu jurusan. Anehnya, sahabatku ini banyak bercerita tentang sisi jelek pacarku dari banyak teman yang dia kenal. Saat aku bercerita kepadanya bahwa aku akan menuju ke hubungan yang serius dengan pacarku, dia berharap aku berubah pikiran. Mendekati akhir masa studiku di kampus, aku mulai menjalani hubungan jarak jauh dengan pacarku yang sudah bekerja di kota lain. Ia semakin jarang menghubungiku, apalagi mengu...

Belajar Mengikhlaskan

Akhir-akhir ini ada beberapa kejadian yang membuatku belajar untuk mengikhlaskan dalam tingkatan dan lingkup yang berbeda. Ada kejadian yang membuatku ikhlas cukup dalam waktu singkat, ada pula yang perlu waktu agak lama. Pertama, akhir bulan Juli lalu, aku baru jatuh dari sepeda. Aku baru tahu, jatuh dari sepeda lebih menyiksa dibanding melahirkan karena aku tidak bisa memprediksi tingkat rasa sakitnya dan berapa lama waktu yang diperlukan tubuhku untuk kembali pulih. Cerita lengkap soal ini aku tulis di blog yang lain. Waktu jatuh, wajah bagian kananku menghantam aspal. Setidaknya selama dua minggu aku mengalami sakit kepala secara terus-menerus yang kadang harus aku tangani dengan mengonsumsi ibuprofen. Sesaat setelah jatuh, suamiku bilang, sekarang saatnya aku istirahat selama seminggu ke depan. Sejujurnya, sebelum aku jatuh, aku sudah sering merasa lelah dengan rutinitas sebagai ibu rumah tangga. Istirahat seminggu bagaikan angin segar bagiku. Namun, ternyata tidak sepenuhnya se...

Kekuatan Buku Biru

Mira adalah anak yang pemalu dan tertutup. Meskipun baru duduk di tingkat menengah pertama, ia sudah memilih teman dekat secara teliti. Persis, ia hanya punya dua teman.  Sayangnya, Papa Mira harus pindah kerja ke luar kota. Mira sudah memohon sekuat tenaga supaya ia bisa tetap tinggal di kotanya bersama neneknya yang tinggal agak jauh dari sekolahnya. Namun, orang tua Mira bersikeras ia juga harus ikut pindah.  Mama Mira paham dengan kekhawatiran putrinya. Ia pun berjanji akan memberikan sebuah hal istimewa pada hari pertama sekolahnya. Betul saja, pagi harinya, Mira menemukan sebuah buku binder bersampul biru muda. Ketika ia membuka sampul buku itu, ia menemukan sebuah catatan.  Mira membolak-balik buku itu. Di dalamnya berisi belasan kertas tersegel, mirip seperti surat berisi PIN ATM bank yang harus disobek bagian pinggirnya supaya isinya bisa dibaca.  Hari pertama sekolah sudah berakhir. Mira merasa lebih bersemangat untuk pulang ke rumah daripada berangkat sek...

Tiga Pelajaran Kehidupan

Dua puluh dua tahun aku selalu tinggal serumah dengan orangtua. Ketika suami datang melamar, ia memang sudah menyampaikan rencananya untuk sekolah di luar negri. Saat itu, aku masih sesumbar, merasa percaya diri bahwa aku bisa hidup di luar negri tanpa kendala.  Nyatanya, tinggal di luar negri tanpa sanak saudara tidaklah mudah, apalagi aku belum pernah punya pengalaman tinggal terpisah dari orang tua. Ditambah, setahun setelah tinggal di luar negri, lahirlah anak kedua tanpa didampingi sanak saudara ataupun orangtua. Setelah tiga tahun tinggal di luar negri dengan segala dinamikanya, aku menyadari ada tiga pelajaran kehidupan penting yang aku dapatkan. 1.  Meluasnya arti saudara Dulu, aku menganggap saudara hanyalah orang-orang yang punya hubungan darah dengan orangtuaku. Ketika aku datang ke sini tanpa sanak saudara, nyatanya ada beberapa orang yang begitu dekatnya dengan keluargaku hingga layak untuk dianggap sebagai saudara.  Contohnya, keluarga Pak Agus. Mereka san...

Rindu Tiada Tara

Aku menghempaskan badan ke kasur. Lelah rasanya setiap Lebaran harus berjumpa dengan tante itu. Aku diinterogasi seperti seorang penjahat. Aku yakin sekali, Tante Rima pasti sudah menyiapkan teks pertanyaan sebelum datang ke kumpul keluarga. Seandainya itu adalah riset, hasil wawancaranya setara dengan satu skripsi.  Meskipun kuakui Tante Rima cukup solutif. Ketika ia bertanya kapan aku lulus kuliah dan kujawab masih menyusun skripsi, ia menawarkan bantuan apapun untuk mempercepat pembuatan skripsi. Aku jadi penasaran, jangan-jangan Tante Rima punya bisnis jualan skripsi.  Lain waktu, saat ia bertanya apa aku sudah dapat pekerjaan dan kujawab masih melamar, ia menawarkan untuk bekerja di perusahaan sahabatnya. Masalahnya, aku ini lulusan farmasi. Masa aku ditawari bekerja di perusahaan travel agent ?  Ada satu kejadian yang sangat membuatku kesal. Dengan santainya ia membawa seorang lelaki, anak sahabatnya, untuk diperkenalkan kepadaku saat kumpul keluarga! Hari itu aku ...