Langsung ke konten utama

Postingan

Nasi Goreng Cina Spesial

1. Beras 14 oz dicuci sampai lumayan bersih. Kasih air 1 ruas jari tengah. Masak sampai matang. Diamkan sekitar 5 menit sampai agak tanek. Buka tutup panci. Aduk-aduk pakai sumpit/garpu biar uap air keluar semua.  Atau cukup pakai nasi kemarin yang udah diaduk-aduk biar mruwul.  2. Di wajan terpisah, panaskan minyak. Cuci teri pakai air panas di saringan. Goreng teri. Cuci ebi pakai air panas di saringan, masukkan ke wajan. Cuci udang di air panas. Masukkan ke wajan. Masak semuanya sampai teri dan ebi kering, udang matang.  3. Microwave 6 oz (ukur pakai gelas ukur pyrex) vegetable mix (jagung, wortel, green bean, peas) dengan air yang menutupi semua vegetable selama 2:30 menit.  4. Campurkan: 2 tsp kecap asin, 2 tsp kecap manis, sedikit garam, sedikit gula, dan kaldu ayam. Aduk merata.  5. Panaskan wok (atau wajan anti lengket yang lebar dan dalam) pakai settingan 5, api besar. Tunggu sampai berasap. Lalu tuangkan minyak.  6. Ceplok telor, aduk cepat. Telor...

Catatan Progran Tahsin 1 IMSIS

Alhamdulillah setelah lulus level I'dad, lalu Mutqin, lalu Tilawah sekarang saya masuk level Tahsin 1, bagian dari program Tahsin IMSA Sister. Berbeda dengan level sebelumnya, kali ini pembelajaran berfokus pada hukum-hukum membaca Al-Quran.  Pertemuan Pertama Selasa, 13 Januari 2026. Pada pertemuan ini dibahas soal program secara umum, yaitu kegiatan setiap ketemu: bahas materi, membaca Al-Quran dan mempreteli hukum-hukumnya. PR: tilawah 20 menit dan mendengarkan pembacaan Al-Quran oleh Syekh Ayman Suwaid atau Syekh Abdullah Basfar.  Pertemuan Kedua Pada pertemuan ini, Selasa 20 Januari 2026, kegiatan yang dilakukan sebagai berikut: 1. Membahas materi: Makhroj huruf: 1) Al-Jauf: pas baca panjang (mad)  Misal, mim sendiri kan makhrojnya Al-Lisan. Tapi kalau "maa" pas panjang, jadi ada Al-Jauf (rongga mulut)  Oh ya, kalau ngomongin soal mad, kita sebutin و mad dan ي mad karena mereka juga bisa jadi huruf berharakat. Tapi alif mah, gak bisa berharakat. Jadi sebutin ali...

Penyesalan di Pasar Seni

  Ini foto profil Github milik suamiku. Sewaktu menyelesaikan thesisnya dulu, ia sering membuka  repository  Github-nya saat bekerja dari rumah. Setiap kali aku melihat halaman Github-nya terbuka di monitor, selalu ada perasaan aneh yang menyelinap ke dalam dadaku. Foto itu mengingatkanku pada penyesalan yang masih mengganjal. Foto ini diambil di selasar Campus Center pada even Pasar Seni ITB 2014. Acara yang digelar saat aku duduk di tingkat tiga ini merupakan acara kampus paling meriah yang pernah aku kunjungi. Hampir di seluruh sudut kampus terdapat hal menarik yang bisa aku lihat. Hari itu, aku mengunjugi Pasar Seni tidak sendirian. Aku bersama seorang "teman" lelaki yang sudah setahun hampir selalu pergi bersamaku ke mana pun aku pergi. Belum lama kami bahkan menyepakati panggilan sayang. Aku memanggilnya dengan panggilan "Kak" dan dia memanggilku dengan panggilan "Dik" meskipun kami sebetulnya seumuran. Aku, lelaki ini, dan suamiku sama-sama mahasisw...

Catatan Program Tilawah Imsis

Alhamdulillah setelah lulus level I'dad, lalu Mutqin, sekarang saya masuk level Tilawah, bagian dari program Tahsin IMSA Sister. Berbeda dengan level sebelumnya, kali ini pembelajaran berfokus pada tilawah Al-Quran.  Pertemuan Pertama Pada pertemuan ini, Selasa 2 September 2025, kegiatan yang dilakukan sebagai berikut: 1. Baca buku Iqro 1 satu halaman bergantian untuk mengecek makhrijul huruf 2. Talqin surat pendek dari juz 30. Hari ini surat An-Nas 3. Guru menyimak tilawah murid sesuai dengan halaman terakhir biasanya murid membaca Al-Quran (setiap murid mungkin berbeda). Pilihan ayat yang dibaca mulai dari Al-Baqarah sampai juz 27. Murid diminta membaca satu halaman.  Pada level ini, kehadiran dihitung. Maksimal tidak hadir 3x. Kalau lebih dari itu, harus ngulang level Tilawah lagi. Terus kalau sampai cuti dua gelombang, harus mulai dari level I'dad lagi. Jadi daripada ngulang level, kalau memang gak bisa hadir, lebih baik minta ganti hari ke guru.  Catatan talqin An-Na...

Ketika Siang Hari Begitu Panjang

Memasuki musim panas, kehidupanku seperti memasuki babak baru. Waktu siang selama 15 jam dan anak pertama libur sekolah hingga sebulan ke depan adalah kombinasi sempurna yang menghabiskan energi harianku.  Supaya energi dan kewarasanku tidak cepat habis, aku menerapkan strategi tidur pagi. Aku bangun jam lima pagi untuk salat dan mengajak anak pertamaku salat. Tidak lama setelah kami salat, matahari mulai terbit. Namun, kami memilih kembali naik ke kasur dan meringkuk di selimut berbulu tebal kesukaan kami. Pasalnya, suhu udara pagi hanya berkisar di 15°C. Tentu saja, ini situasi yang sempurna untuk tidur, mumpung anak keduaku belum bangun.  Sekitar jam sembilan pagi, anak keduaku bangun dan menuju ke kamar mandi. Inilah waktu sebenarnya permulaan hariku. Aku tak punya pilihan selain menuju ke dapur untuk membuat sarapan untuk anak-anak dan bekal yang akan dibawa suamiku ke kantor.  Pukul 10:30 pagi suamiku berangkat kerja sedangkan anak-anak sudah selesai sarapan. Mereka...

Rasa Ini

Kau telah pergi  Tinggalkan aku dalam perih Mimpi-mimpi yang tak mungkin kembali  Saat kau dan aku saling memiliki Rasa ini tak mungkin  Bisa kuungkap lagi Berakhir rasa yang kumiliki Satu cinta aku Lagu ini dirilis saat aku duduk di kelas 1 SMP. Setelah mendengar lagu ini, aku terinspirasi untuk menulis cerita. Dengan judul yang sama, kisah dimulai dengan persahabatan enam anak perempuan di satu kelas. Di kelas itu, ada laki-laki yang menawan dan pintar bernama Rizki. Indri, salah satu dari enam sekawan, menyukai Rizki. Rupanya, Rizki juga menyukai Indri. Belum sampai mereka saling menyatakan cinta, Indri mengalami gejala penyakit serius, yaitu demam tinggi dan sering mimisan. Setelah diperiksa, Indri mengalami penyakit kanker darah stadium lanjut. Hanya dalam waktu satu bulan, tubuh Indri menjadi sangat kurus dan lemah. Karena dokter sudah menyerah, Indri dirawat di rumah. Setiap pulang sekolah, kelima teman Indri dan Rizki menjenguknya. Suatu hari, kondisi Indri kritis...

Lanjutan Kelas Idad: Kelas Mutqin (Pertemuan Pertama)

بسم الله الرحمان الرحيم Alhamdulillah, saya dinyatakan lulus dari kelas Tahsi IMSA Sister pada Juni 2024 lalu. Bulan Oktober ini saya melanjutkan pembelajaran pada tingkatan Mutqin. Selama dua semester ke depan, saya akan banyak belajar kaidah atau hukum-hukum dalam membaca huruf-huruf dalam Al-Quran. Pertemuan pertama dilaksanakan pada Minggu 15 September 2024 pukul 9:00 am EST. Berikut ini apa yang saya pelajari pada pertemuan pertama: 1. Bukaan mulut dan rahang pada huruf berharakat fathah, dhammah, dan kasrah Pada huruf berharakat fathah, mulut dibuka minimal jarak antara gigi atas depan dan gigi bawah depan adalah satu jari . Pada huruf berharakat kasrah, rahang bawah diturunkan sedikit tapi area mulut tidak perlu ditarik ke bawah/belakang. Pada huruf berharakat dhammah, pastikan bibir moyong sempurna. 2. Cara membaca huruf-huruf bersambung Untuk membaca satu kata seperti ضُحِكَ , cara membacanya harus mengalir seperti dhuhika. Tidak boleh dibaca dhu, hi, ka. Bacaan putus seperti...

Cara Ngeprint Foto di Epson ET 8500

1. Ukuran kertas Kebetulan cuma punya 11 x 17 inch. Jadi dipotong bagi dua biar kayak ukuran kertas US Letter 8.5 x 11 inch.  2. Dimensi foto Waktu edit foto, ubah dimensi jadi 4 x 3. Tone agak cool (cenderung kebiruan).  3. Pengaturan dalam Menu Print Ukuran kertas: US Letter Scale: 60% Feeder: Rear tray Paper type: Fine Art (paling bagus)  (Premium glossy paper, keliatan glossy)  Quality: best Updated untuk ukuran kertas full: 1. Ukuran kertas: 11"x17" 2. Pas edit gambar, ratio-nya 5:3 3. Di aplikasi Epson, "centering" pilih "Center" 4. Rear paper feeder borderless 5. Rendering intent: perceptual (Kalau relative, ntar pas diliat dari samping, warna yang dark jadi kayak 3D gitu. Dari depan keliatannya biasa aja. Ternyata kalau pakai setting velvet art yang jadinya efeknya kayak gini. Warna itemnya nyerap semua cahaya gitu lah. JANGAN PAKAI VELVET ART)  6. Color setting type: printer manages color; Mode: Adobe RGB 7. Jenis kertas: premium photo paper gloss...

Makhrijul Huruf Qof, Kaf, dan Wau, I'dad Tahsin IMSA Sister (Pertemuan Kesembilan)

Bismillahirrahmanirrahim. Pertemuan kesembilan pada Hari Sabtu, 20 April 2024 dimulai pukul 7:00 am sampai 8:30 am EST. Materi dimulai dengan membahas jadwal pertemuan selanjutnya dan ujian, yaitu pada tanggal 26 Mei 2024. Selanjutnya, mentor mengulang kembali sifat huruf Assyafatain: fa (ف), mim (م), dan ba (ب). Lalu, materi dilanjutkan dengan membahas makhrijul huruf wau (و), qof (ق), dan kaf (ك). Huruf Assyafatain Merupakan huruf yang melibatkan bibir (huruf dua bibir). Huruf-huruf yang termasuk dalam golongan ini adalah fa (ف), mim (م), ba (ب), dan wau (و). Review Makhrijul Huruf Fa (ف) Tempat keluarnya antara dua gigi seri atas dengan bibir bawah (bibir bagian dalam, yang bukan kena lipstik). Huruf fa memiliki beberapa sifat, antara lain hams (kalau ditaroh tisu di depan mulut, bisa terbang tisunya), rokhowah (mengalir), istifal, dan infitar. Review Makhrijul Huruf Mim (م) Tempat keluarnya dengan merapatkan bibir atas dan bawah. Sifat yang perlu diperhatikan dari huruf mim adalah ...

Komunitas Menulis Tidak Selalu Cocok

Tulisan ini kontroversial. Silakan hubungi aku kalau ada yang keberatan. Baiklah, kali ini aku mau berani buka-bukaan. Sebagai orang yang suka menulis dan berkomunitas, ternyata gabung ke komunitas menulis tidak selalu membuatku lebih semangat menulis, bahkan ada yang mematahkannya! Pertama kali aku ingat mulai gabung komunitas menulis, yaitu grup Nulis Aja Dulu di Facebook. Awalnya aku suka dengan tantangannya. Namun, aku mulai gerah ketika semakin banyak anggota grup yang membuat tulisan tanpa aturan, salah satunya memuat hal tak senonoh. Aku jadi sebal dan benci kegiatan menulis seperti aku membenci kegiatan seni yang menurutku membebaskan manusia untuk berkreasi dengan kebebasan yang kebablasan. Pola pemikiranku konservatif atau primitif, ya? Biarlah. Suka-suka aku. Lalu, aku kembali gabung dengan grup Blogspedia setelah menjalani coaching  selama tiga bulan. Awalnya aku cocok dengan grup ini. Lalu, ketika orientasi anggotanya lebih banyak "menulis untuk mencari uang" aku...

Rise (Episode Sandwich Tempe)

Betulan! Hidup kami baik-baik saja. "Iya, Ma. Nanti Mira usahakan. Assalamu'alaikum." Mira menutup telpon sambil menghela napas panjang. "Kenapa, Ma? Wajahnya kayak gagang sate dibalik," seloroh Rizki sambil beringsut dan duduk di sebelah Mira. "Hah? Maksudnya gagang sate dibalik?" "Tusuk. Dibalik. Jadi? Kku?" Rizki menaikkan alis. "Kkuusu .... Yaelah, bisa aje lu, Tong!" Mira meninju bahu Rizki. Selesai tertawa lepas, Mira kembali memasang wajah sendu. "Opa kamu sakit jantung. Udah seminggu dirawat di rumah sakit. Mama disuruh kirim uang," keluh Mira. "Lah, Opa bukannya punya banyak uang?" tanya Rizki bingung. "Iya, konsepnya harusnya gitu! Merintis karir di satu kantor BUMN selama 20 tahun lebih terus pas pensiun dapet pesangon. Tabungan pernah milyaran. Deposito juga ada harusnya. Pernah punya sekian rumah dan sekian mobil. Dulu, Mama pingin S2 aja gak mau bayarin, gara-gara Opa kamu pingin nyimpen uang b...

Rise (Episode Bubur Candil)

Kami hidup baik-baik saja, kok! "Mamaaa, habis ini kentangnya diapain?" pekik Rizki. "Diberi perhatian, Nak," balas Mira dengan wajah sok bijak. "Ye, Mama single jadi begitu." Bibir Rizki dibuat monyong. "Oh, terus kamu mau kita ulek kentang ini dengan kekuatan penuh? Ya? Ya?! Nih!" Mira mengambil ulekan dan mulai menumbuk, mengulek, dan menghajar kentang kukus di dalam baskom. "Ma .... Jangaan!" Pyek! Baskom itu bolong. Kedua ibu dan anak itu saling pandang. "Kapan jadinya ini bubur candil?" batin Zidan, adik Rizki, yang sedari tadi memperhatikan kelakuan kakak dan ibunya dari balik tembok. Zidan membereskan hasil kekacauan yang dibuat kakak dan ibunya sedangkan Mira kini mengulen adonan kentang kukus. "Ambilin tepung tapioka, Ki," pinta Mira. Rizki berjalan ke lemari penyimpanan. Ketika ia membuka pintunya, ia tercengang. " Ebuset , semuanya jar kaca isinya serbuk putih semua?! Mana yang tepung tapioka?...

Pindangku Bukan Pindangmu

Bungkusan kertas minyak berwarna coklat di hadapanku tujuh tahun lalu itu membuatku mengernyitkan dahi. Ibu mertua bilang ini pindang. Anehnya, isi bungkusan itu adalah nasi lengkap dengan sejumlah lauk pauk berbahan dasar daging. Setelah dua puluh tahun tinggal di Bandung, hanya satu pindang yang aku tahu, yaitu ikan yang digarami lalu dimasak (bisa direbus atau diasap). Mamaku biasa membeli ikan pindang dari seorang ibu yang menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki keliling komplek sambil memanggul keranjang anyaman bambu. Penjual itu berhenti di depan rumah lalu Mama memilih beberapa potong ikan pindang tongkol. Ikan itu biasanya Mama goreng dan disajikan dengan sambal. Sumber: https://www.blibli.com/p/ikan-pindang-tongkol-segar-isi-2-pc/ps--PAB-70112-00742 Ternyata masyarakat Trenggalek punya konsep berbeda soal pindang. Pindang di sini adalah daging sapi yang dimasak berkuah coklat agak kehitaman dengan cabai rawit yang mengapung di dalamnya. Rasa kuah pindang sapi sekilas ...

Kajian Sambal Tempe Edisi Ramadan

Apakah Mamah perlu rekomendasi makanan sahur bergizi yang bisa melancarkan ibadah? Kalau iya, aku sarankan masak sambal tempe. Pasalnya, panganan ini dijamin bisa membuat bangun sahur lebih mudah serta bebas lapar dan haus seharian. Resep Sambal Tempe Mamah hanya memerlukan sepertiga papan tempe, satu buah tomat, tiga siung bawang merah, enam siung bawang putih, dan sejumlah cabai sesuai selera. Tomat, bawang merah, bawang putih dan cabai digoreng hingga empuk lalu diulek hingga halus. Tempe diiris agak tipis lalu digoreng hingga pinggirnya cukup kering. Tempe yang sudah digoreng langsung diulek bersama sambal. Mamah tinggal menambahkan garam, gula, dan penyedap. Mudah, bukan? Manfaat Sambal Tempe 1. Mengurangi Rasa Lapar Bahan makanan berupa fermentasi kacang kedelai ini bisa disebut sebagai superfood karena memiliki sejumlah vitamin, mineral, antioksidan, hingga protein yang tinggi serta asam amino yang lengkap. Selain berfungsi memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, makanan berprot...

Aku Pernah Benci Tempe

Ada satu masa dalam hidupku ketika aku begitu jijik melihat tempe. Ada satu kejadian tak termaafkan yang aku alami berkaitan dengan tempe. Waktu itu usiaku sekitar 12 tahun. Keluargaku baru pulang dari Cepu, Jawa Timur setelah menjemput nenekku yang ingin menginap di rumah kami di Bandung. Malam itu kami mampir ke sebuah restoran sunda. Kami memesan berbagai masakan, seperti nasi timbel, ikan goreng, ayam goreng, tempe mendoan, lengkap dengan sambal dan lalapan. Sepiring nasi timbel sampai di depanku. Buru-buru aku buka bungkusan nasi di dalam daun pisang. Aroma uap nasi hangat bercampur wangi daun pisang menguar di udara. Jemariku mengerucutkan nasi dan memasukkannya ke mulut beserta satu suwiran ayam. Melihat Mama yang asyik makan dengan mencolekkan potongan ikan goreng ke sambal, aku terdorong untuk mengikutinya. Kali ini suwiran ayam itu aku cocolkan ke sambal sebelum aku lahap dengan nasi. Sambil mengunyah, aku mulai menyusun strategi makanan mana selanjutnya yang aku santap dari ...

Terjemah Perkata Al-Fatihah

Bismillah. Saat ini saya sedang mengikuti kajian terjemah perkata setiap ayat Al-Quran yang dipandu oleh Ust. Abdul Hadi Fatah. Saya mendapat info mengenai kelas ini setelah Ust. Hadi melakukan dakwah di 15 kota di Amerika Serikat. Setiap melakukan ceramah, beliau menawarkan sebuah program belajar bareng terjemah perkata Al-Quran yang dilaksanakan secara daring sekali seminggu dengan biaya $15/bulan. Profil Ust. Abdul Hadi Fatah Beliau lahir di Lamongan. Pendidikan terakhirnya di IAIN Surabaya jurusan Syariah. Kemudian beliau ditugaskan oleh departemen agama untuk mengembangkan terjemah Al-Quran perkata sistem 40 jam di Masjid Istiqlal. Setelah program ini selesai disusun oleh beliau bersama tim, program ini dijalankan di Masjid Istiqlal beserta beberapa masjid lainnya pada tahun 1995. Terjemah Perkata Surat Al-Fatihah Al-Fatihah itu pembuka. Secara urutan, paling depan. Al-Fatihah juga merupakan referensi isi Al-Quran secara keseluruhan, dalam hal hukum, ibadah, sejarah, dan lain-lain...

Hobi-hobi yang Datang dan Pergi

Dulu aku kira, hobi pasti dijalani seseorang seumur hidup. Maksudku, kalau memang suka dengan kegiatan itu dan merasa rileks setelah menjalankannya, mengapa berhenti? Kini aku tahu alasannya. Menulis di Belakang Buku Tulis Kira-kira ada tidak ya, siswa yang tidak pernah merasa bosan menyimak guru mengajar? Aku sih sering. Kalau sudah bosan, biasanya aku membuka halaman terakhir buku tulisku. Di sana aku menuangkan imajinasiku dalam bentuk tulisan. Jadi, meskipun aku sebetulnya tidak lagi memperhatikan penjelasan guru, aku tetap terlihat sedang belajar. Ada kalanya, aku ingin tulisanku bisa disimpan dalam satu map. Oleh karena itu, aku menarik dua lembar kertas dari bagian tengah buku tulis. Aku tuliskan kisah pertemananku bersama gengku yang tidak berjalan mulus. Pasalnya, salah satu teman kami meninggal akibat penyakit kanker darah. Lalu, sisa anggota geng berebut seorang cowok idaman di kelas. Kisah cengeng itu seharusnya masih aku simpan di dalam map di rumah mertuaku. Hobi itu sud...

Tiga Bulan Lagi

Apa yang akan terjadi padaku di masa depan? Ah, untuk sekarang pikiranku tidak bisa pergi lebih jauh dari tiga bulan mendatang. Ada hal besar yang butuh banyak persiapan sedang memenuhi otakku. Suamiku akan kerja di Bellevue, 3312 km dari Chicago. Secara jarak, biasa saja. Toh kami pernah naik pesawat mengitari setengah bumi untuk sampai ke sini. Masalahnya, dulu kami hanya pergi bertiga, dengan bayi. Sebelum pindah, ke Bellevue, suami harus mengurus kelulusan dulu, juga izin tinggal kami sekeluarga. Mencari apartemen dan mengurus kepindahan sekolah anak pertama. Mengubah informasi alamat di bank, tagihan telpon, pajak, dan lain sebagainya. Belum termasuk memilih barang apa yang dibawa dan pindah ke sana dengan jalur darat atau naik pesawat. Banyak sekali hal yang harus dipikirkan. Persoalan menentukan barang apa yang mau dibawa saja sudah memicu satu konflik. Aku ingin bawa sebagian besar peralatan dapur, sedangkan suami hanya ingin membawa alat elektronik beserta barang mahal lainnya...

Peranku

Nafasku jadi pendek-pendek. Air mata pertama mengalir di pipiku. Segera kututup mulutku dengan kedua tangan untuk meredam isakan padahal aku sendirian di ruangan tertutup seluas 3 x 4 m2 ini. Hanya jejeran lemari laci dan printer yang menyaksikan tangisku.  eojjeom uriga heeojyeossneunji (Arti: Bagaimana dulu kita putus?) - Even If One Day, Lyn Lyn, itu pertanyaan yang sangat cocok ditanyakan pada tengah malam saat aku sendirian di ruang printer kampus. Kita putus karena aku memilih untuk menikah dengan pria yang sekarang jadi suamiku. Lagu ini membantuku mengingat kembali segala pertimbangan memilih lelaki ini, bukan pacarku waktu itu. Namun, apakah dulu aku sudah membayangkan sejauh ini? Misalnya, bahwa suamiku mungkin memintaku pergi sendirian ke kampus, tengah malam, untuk membantunya mencetak hampir seratus paper , buat bahan disertasinya? Belum lagi, printer ini menguji kesabaranku. Tidak bisa terhubung ke laptop , lah. Tersangkutnya kertas pada proses printing , lah. Semu...

Makhrijul Huruf Tsa, Jim, Ha, dan Kho (Pertemuan Ketiga)

Bismillahirrahmanirrahim. Pertemuan ketiga pada Hari Sabtu, 3 Februari 2024 dimulai pukul 8:15 am sampai 10:15 am EST. Materi dimulai dengan motivasi untuk terus membaca Al-Quran sekalipun masih belum lancar. Materi selanjutnya adalah mengulang kembali sifat-sifat huruf yang dilanjutkan dengan membahas makhrijul huruf tsa (ث), jim(ج), ha(ح), dan kho(خ). Makhrijul Huruf Tsa (ث) Tempat keluar Punggung ujung lidah (bagian atas) bertemu dengan ujung dua gigi seri atas dengan ujung lidah keluar sedikit di antara gigi seri atas dan bawah. Sifat huruf 1. Istifal: (pangkal) lidah tidak naik ke langit-langit 2. Infitah: lidah tidak naik 3. Rokhowah: suara mengalir lepas tanpa disiap-siapkan terlebih dahulu 4. Ishmat: diucapkan dengan hati-hati 5. Hams: ada hembusan nafas 6. Tarqiq (tipis): rongga mulut tidak dipenuhi gema udara Selanjutnya, mentee membaca huruf dalam diktat I'dad secara bergantian. Catatan untuk diri sendiri: ingat sifat huruf tsa itu rokhowah, jadi harus mengalir. Jangan s...